Theo Walcott, Pembuktian si Penggemar Liverpool

Berita Bola: Jakarta – Dua tahun lalu banyak yang terkejut ketika nama Theo Walcott masuk ke dalam skuad tim Inggris. Sekarang, penggemar Liverpool itu telah membuktikan kepantasannya mengenakan kostum The Three Lions.

Nama Walcott mencuat dua tahun lalu ketika Sven Goran Eriksson–pelatih Inggris saat itu–memasukkan namanya ke daftar tim yang akan berlaga di Piala Dunia 2006. Publik Inggris mungkin saat itu bertanya-tanya, “memangnya, siapa sih Walcott itu?”

Pemuda kelahiran 16 Maret 1989 itu lebih dikenal sebagai pemain muda potensial yang bermain untuk Southampton. Akibat bakat cemerlangnya, ia kemudian menarik minat banyak klub Premier League, termasuk Arsenal yang kemudian berhasil memboyongnya.

Namun, semua itu belum membuat publik negeri Ratu Elizabeth percaya akan kemampuannya. Ia bahkan belum pernah sekalipun bermain di Premier League ketika itu. Lalu, mengapa ia bisa menyingkirkan nama-nama seperti Andy Johnson, Jermain Defoe, dan Darren Bent yang ketika itu telah lebih dulu kaluar-masuk timnas Inggris?

Mungkin jawaban itu hanya Eriksson sendiri yang tahu, karena faktanya ia kemudian tak pernah satu kali pun memainkan Walcott di Piala Dunia 2006. Dengan Wayne Rooney yang baru pulih dari cedera dan Michael Owen yang akhirnya malah menderita cedera pada turnamen tersebut, “Tiga Singa” akhirnya tinggal menyisakan Peter Crouch sebagai striker yang benar-benar “100%”.

Inggris tersingkir di perempatfinal oleh Portugal dan rezim Eriksson berakhir usai Piala Dunia. Tetapi, karir Walcott di tim nasional tetap berlanjut. Pelatih Inggris berikutnya, Steve McClaren, kerap memanggilnya dan seiring itu pulalah ia mulai mendapat kepercayaan bermain di tim inti oleh Arsene Wenger di Arsenal.

Carita pun berlanjut ketika McClaren dilengserkan dan digantikan oleh Fabio Capello. Di tangan pelatih asal Italia ini, Walcott tak lagi ditempatkan sebagai penyerang murni. Karena kecepatannya, Don Fabio menempatkannya di posisi sayap kanan. Ia lebih dipilih ketimbang David Beckham, Aaron Lennon, ataupun David Bentley yang selama ini lebih akrab di posisi itu.

Hasilnya? Ia menorehkan hat-trick ke gawang Kroasia, Kamis (11/9/2008) dinihari WIB. Walcott memang masih perlu membuktikan lebih jauh lagi mengenai kemampuannya. Namun, setidaknya ia sudah bisa membuktikan mengapa akhirnya ia bisa masuk ke dalam skuad senior St George Cross.

“Ini adalah sebelas bintang, seluruh tim yang bermain hari ini adalah bintang. Kami hanya ingin menunjukkan pada semua orang, fans, dan yang terkait dengan Inggris betapa kuatnya kita sebagai sebuah kesatuan. Kami baru saja membuktikannya malam ini, itu sangat brilian,” ucapnya merendah kepada Setanta seusai laga.

Yang senang dengan penampilan Walcott juga tentunya adalah pendukung Arsenal. Apalagi ia juga dikenal sebagai sebagai salah satu pemain favorit di kalangan suporter The Gunners, meski Walcott tak menyembunyikan fakta bahwa sejak kecil ia adalah fans berat Liverpool–salah satu pesaing Arsenal di Liga Primer.

“Saya jadi fans Liverpool karena ayah saya adalah pengikut mereka. Sayangnya, saya belum lahir ketika era emas mereka berlangsung. Namun, saya menyukai permainan Michael Owen, Robbie Fowler, dan Steve McManaman ketika saya tumbuh besar. Saat Liverpool menjuarai Liga Champions (tahun 2005), saya pun bersorak kegirangan!” (dtc/roz/din)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: